Minggu, 20 Desember 2015

Islam & Terroris

Islam & Tragedi bom Paris 
Sekali lagi sebuah kejadian yang luar biasa terjadi di negara barat dan dengan kekuasaan media peristiwa itu dibuat seakan hal tersebut merupakan tanggung jawab ISIS yang pada dasarnya dianggap sebagai kelompok Islam Radikal yang mencoba melawan pengaruh dan kuasa negara-negara barat di dunia Internasional, namun masyarakat Islam di dunia sendiri menolak ISIS sebagai kelompok pembela Islam, bagi saya sendiri ISIS membajak agama Islam dalam aksi terornya, seperti yang terjadi di Paris, Salah satu korban yang berhasil selamat menyatakan kesaksiannya bahwa para terroris meneriakkan Allahhu Akbar setelah melakukan penyandraan terhadap korban-korbannya, bagaimana bisah seorang manusia membunuh manusia yang lain atas nama Tuhan (Allah S.W.T) sedangkan di dalam Islam sendiri tidak mengajarkan untuk saling membunuh, jangankan kepada manusia, kepada binatang dan tumbuhan saja ummat Islam diajarkan untuk senantiasa menjaga dan merawat sesama makhluk ciptaan Allah. 

Kemudian menyangkut Identitas pelaku bom bunuh diri, bersumber dari media barat  mereka menyatakan bahwa telah ditemukannya Passport di lokasi bom bunuh diri, passport tersebut diduga milik pelaku bom bunuh diri yang mana pemilik passport tersebut beragama Islam dan berkewarganegaraan Syiriah, Sekarang logikanya jika benar passport tersebut merupakan kepemilikan dari pelaku bom bunuh diri tersebut maka seharusnya passport tersebut ikut hancur dan terbakar bersama tubuh si pelaku bom bunuh diri, dan tak mungkin seorang pelaku kejahatan meninggalkan identitas diri setelah melakukan aksinya, bukti-bukti yang muncul di permukaan tidak dapat diterima dengan akal sehat, mulai dari teriakan “Allahu Akbar”, Passport warga negara Syiriah” hingga teriakan “Demi Suriah” Jika benar ISIS yang melakukan hal tersebut bahwa bagaimana bisah mereka melakukan hal-hal tersebut jika memang mereka adalah kelompok pembela ummat Islam di dunia, harusnya mereka sadar dengan teriakan seperti itu maka yang menjadi sasaran serangan balik negara-negara barat adalah di kawasan timur tengah, dan yang menjadi korbannya adalah penduduk islam di beberapa negara di timur tengah seperti Syiriah yang dianggap sebagai sarang ISIS, dan terbukti setelah aksi bom Paris, Prancis mengirim belasan pesawat tempur di timur tengah dan mulai membombardir kawasan ISIS di Syiriah, Rusia juga melakukan hal yang sama, namun karena serangan udara Rusia puluhan warga sipil Syiriah yang tak bersalah turut menjadi korban. Rusia bahkan mengirim Tank Ampfibi ke perbatasan Syiriah. 

Setelah kejadian bom Paris, pengungsi Syiriah di Prancis merasa tidak nyaman hidup dalam tekanan, tidak hanya warga Syiriah, Ummat Muslim Prancis juga merasa malu dan takut untuk keluar di tempat-tempat umum karna dirasa peristiwa bom paris tersebut menimbulkan / menyebarkan rasa kebencian dan rasa takut terhadap agama Islam, apalagi menjelang pemilihan presidan Amerika Serikat, Calon Presiden Donald Trump yang mengatakan untuk tidak mengizinkan orang Islam masuk ke Amerika semakin membuat perdebatan panjang tentang apakah benar Islam itu teroris. Namun Hillary Clinton dan Presiden korea utara telah menyampaikan pernyataan secara terang terangan bahwa ISIS adalah buatan Amerika untuk menggulingkan negara-negara Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar