Islam & Tragedi
bom Paris
Sekali lagi sebuah kejadian yang luar biasa terjadi di negara barat
dan dengan kekuasaan media peristiwa itu dibuat seakan hal tersebut merupakan
tanggung jawab ISIS yang pada dasarnya dianggap sebagai kelompok Islam Radikal
yang mencoba melawan pengaruh dan kuasa negara-negara barat di dunia
Internasional, namun masyarakat Islam di dunia sendiri menolak ISIS sebagai
kelompok pembela Islam, bagi saya sendiri ISIS membajak agama Islam dalam aksi
terornya, seperti yang terjadi di Paris, Salah satu korban yang berhasil
selamat menyatakan kesaksiannya bahwa para terroris meneriakkan Allahhu Akbar
setelah melakukan penyandraan terhadap korban-korbannya, bagaimana bisah
seorang manusia membunuh manusia yang lain atas nama Tuhan (Allah S.W.T)
sedangkan di dalam Islam sendiri tidak mengajarkan untuk saling membunuh,
jangankan kepada manusia, kepada binatang dan tumbuhan saja ummat Islam
diajarkan untuk senantiasa menjaga dan merawat sesama makhluk ciptaan Allah.
Kemudian
menyangkut Identitas pelaku bom bunuh diri, bersumber dari media barat mereka menyatakan bahwa telah ditemukannya
Passport di lokasi bom bunuh diri, passport tersebut diduga milik pelaku bom
bunuh diri yang mana pemilik passport tersebut beragama Islam dan
berkewarganegaraan Syiriah, Sekarang logikanya jika benar passport tersebut
merupakan kepemilikan dari pelaku bom bunuh diri tersebut maka seharusnya
passport tersebut ikut hancur dan terbakar bersama tubuh si pelaku bom bunuh
diri, dan tak mungkin seorang pelaku kejahatan meninggalkan identitas diri
setelah melakukan aksinya, bukti-bukti yang muncul di permukaan tidak dapat
diterima dengan akal sehat, mulai dari teriakan “Allahu Akbar”, Passport warga
negara Syiriah” hingga teriakan “Demi Suriah” Jika benar ISIS yang melakukan
hal tersebut bahwa bagaimana bisah mereka melakukan hal-hal tersebut jika
memang mereka adalah kelompok pembela ummat Islam di dunia, harusnya mereka
sadar dengan teriakan seperti itu maka yang menjadi sasaran serangan balik
negara-negara barat adalah di kawasan timur tengah, dan yang menjadi korbannya
adalah penduduk islam di beberapa negara di timur tengah seperti Syiriah yang
dianggap sebagai sarang ISIS, dan terbukti setelah aksi bom Paris, Prancis
mengirim belasan pesawat tempur di timur tengah dan mulai membombardir kawasan
ISIS di Syiriah, Rusia juga melakukan hal yang sama, namun karena serangan
udara Rusia puluhan warga sipil Syiriah yang tak bersalah turut menjadi korban.
Rusia bahkan mengirim Tank Ampfibi ke perbatasan Syiriah.
Setelah kejadian bom
Paris, pengungsi Syiriah di Prancis merasa tidak nyaman hidup dalam tekanan,
tidak hanya warga Syiriah, Ummat Muslim Prancis juga merasa malu dan takut
untuk keluar di tempat-tempat umum karna dirasa peristiwa bom paris tersebut
menimbulkan / menyebarkan rasa kebencian dan rasa takut terhadap agama Islam,
apalagi menjelang pemilihan presidan Amerika Serikat, Calon Presiden Donald
Trump yang mengatakan untuk tidak mengizinkan orang Islam masuk ke Amerika
semakin membuat perdebatan panjang tentang apakah benar Islam itu teroris.
Namun Hillary Clinton dan Presiden korea utara telah menyampaikan pernyataan
secara terang terangan bahwa ISIS adalah buatan Amerika untuk menggulingkan
negara-negara Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar