Kebebasan
Berekspresi muda-mudi masa kini.
Demoknasi
pada dasarnya memiliki nilai-nilai yang baik dan membawa kesetaraan bagi
pengikutnya, namun dalam demokrasi sendiri memiliki nilai kebebasan yang tidak
didasari batasan-batasan tertentu sehingga banyak orang yang menganggap bahwa
kebebasan adalah bebas sebebas-bebasnya, hal inilah yang terjadi pada
masyarakat barat, mereka memiliki rasa bebas yang didukung dengan nilai-nilai
hak asasi manusia, hak untuk bebas berekspresi ala barat adalah yang
dipertunjukan oleh seorang ibu yang pada suatu hari berjalan-jalan di sebuah
galeri sambil menyaksikan pameran seni yang ditampilkan di galeri tersebut, ibu
tersebut berjalan tanpa mengenakan sehelai benangpun di badannya yang kemudia
beliau ditanya mengapa tidak memakai baju, lalu ia mengatakan bahwa telanjang
adalah bagian dari seni, ini cara saya mengekspresikan diri terhadap seni, bagi
dirinya itu adalah haknya untuk bebas mengekspresikan diri, sama dengan yeng
terjadi di barat, pasangan muda-mudi yang dimabuk cinta tidak akan segan-segan
untuk berpelukan maupun berciuman bibir di tempat umum karna bagi mereka ini
adalah hak mereka untuk mengekspresikan rasa cinta yang mereka miliki, hal
serupa juga terjadi di Indonesia beberapa orang mulai dengan berani
mengabadikan momen bahagia bersama pasangannya yang bahkan belum menikah,
ciuman di depan umum seakan sudah biasa, karena hal ini dilakukan orang dewasa
di sosial media maka beberapa anak tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah
pertama juga sudah berani melakukan hal tersebut hingga ramai dibicaran di
sosial media beberapa waktu lalu, dan yang terakhir ramai dibicarakan adalah
sepasang mudi-mudi yang melakukan ciuman di taman tugu kota Malang, adegan
ciuman mereka tertangkap kamera seorang pengunjung taman tersebut yang kemudian
menguploadnya ke akun FB atas kesesalannya terhadap pasang muda masa kini,
setelah kejadian tersebut saya tidak sengaja membaca sebuah tulisan di Jalan
besar Ijen Malang pada saat itu pembatas jalan Ijen antara jalur kiri dan kanan
jalan Ijen yang cukup lebar tengah dibangun sebuah taman dan sudah disediakan
kursi-kursi taman namun yang aneh adalah ketika aya mendapati sebuah papan di
taman tersebut tulisannya berbunyi “Dilarang Ciuman di Taman” saya baru sadar
setelah membaca berita tentang ciuman yang dilakukan muda-mudi di tugu Malang,
mungkin tulisan itu memang sengaja dipajang setelah aksi muda-mudi yang
memalukan di tugu Malang. Maka itu Ideologi demokrasi tidak seharusnya ditelan
mentah-mentah, apapun itu kita harus bisah menyaringnya dengan nilai-nilai
agama dan adat yang kita miliki agar nantinya tidak mencoreng nama baik suku,
bangsa, agama dan negara kita. Seperti yang dikatakan M.Natsir Demokrasi ibarat
sepatu, bagaimana bisah kita menggunakan sepatu dari orang yang ukuran kakinya
lebih besar dari kita, pasti aka nada kelonggaran, begitupula sebaliknya, maka
jika menganut demokrasi seharusnya disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan
agama yang ada di negara tersebut.