Sabtu, 26 Desember 2015

Islam dan Demokrasi

Kebebasan Berekspresi muda-mudi masa kini.

Demoknasi pada dasarnya memiliki nilai-nilai yang baik dan membawa kesetaraan bagi pengikutnya, namun dalam demokrasi sendiri memiliki nilai kebebasan yang tidak didasari batasan-batasan tertentu sehingga banyak orang yang menganggap bahwa kebebasan adalah bebas sebebas-bebasnya, hal inilah yang terjadi pada masyarakat barat, mereka memiliki rasa bebas yang didukung dengan nilai-nilai hak asasi manusia, hak untuk bebas berekspresi ala barat adalah yang dipertunjukan oleh seorang ibu yang pada suatu hari berjalan-jalan di sebuah galeri sambil menyaksikan pameran seni yang ditampilkan di galeri tersebut, ibu tersebut berjalan tanpa mengenakan sehelai benangpun di badannya yang kemudia beliau ditanya mengapa tidak memakai baju, lalu ia mengatakan bahwa telanjang adalah bagian dari seni, ini cara saya mengekspresikan diri terhadap seni, bagi dirinya itu adalah haknya untuk bebas mengekspresikan diri, sama dengan yeng terjadi di barat, pasangan muda-mudi yang dimabuk cinta tidak akan segan-segan untuk berpelukan maupun berciuman bibir di tempat umum karna bagi mereka ini adalah hak mereka untuk mengekspresikan rasa cinta yang mereka miliki, hal serupa juga terjadi di Indonesia beberapa orang mulai dengan berani mengabadikan momen bahagia bersama pasangannya yang bahkan belum menikah, ciuman di depan umum seakan sudah biasa, karena hal ini dilakukan orang dewasa di sosial media maka beberapa anak tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama juga sudah berani melakukan hal tersebut hingga ramai dibicaran di sosial media beberapa waktu lalu, dan yang terakhir ramai dibicarakan adalah sepasang mudi-mudi yang melakukan ciuman di taman tugu kota Malang, adegan ciuman mereka tertangkap kamera seorang pengunjung taman tersebut yang kemudian menguploadnya ke akun FB atas kesesalannya terhadap pasang muda masa kini, setelah kejadian tersebut saya tidak sengaja membaca sebuah tulisan di Jalan besar Ijen Malang pada saat itu pembatas jalan Ijen antara jalur kiri dan kanan jalan Ijen yang cukup lebar tengah dibangun sebuah taman dan sudah disediakan kursi-kursi taman namun yang aneh adalah ketika aya mendapati sebuah papan di taman tersebut tulisannya berbunyi “Dilarang Ciuman di Taman” saya baru sadar setelah membaca berita tentang ciuman yang dilakukan muda-mudi di tugu Malang, mungkin tulisan itu memang sengaja dipajang setelah aksi muda-mudi yang memalukan di tugu Malang. Maka itu Ideologi demokrasi tidak seharusnya ditelan mentah-mentah, apapun itu kita harus bisah menyaringnya dengan nilai-nilai agama dan adat yang kita miliki agar nantinya tidak mencoreng nama baik suku, bangsa, agama dan negara kita. Seperti yang dikatakan M.Natsir Demokrasi ibarat sepatu, bagaimana bisah kita menggunakan sepatu dari orang yang ukuran kakinya lebih besar dari kita, pasti aka nada kelonggaran, begitupula sebaliknya, maka jika menganut demokrasi seharusnya disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang ada di negara tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar