Islam & Konflik Palestina
Konflik di
Palestina siapa yang tidak pernak mendengar akan hal ini, negara Palestina yang
awalnya besar kini menjadi titik-titik kecil yang kemudian terpisah dari
beberapa wilayah lain negara Palestina yang masih lumayan besar, dari tahun ke
tahun negara ini sepertinya semakin kecil saja karena serangan-serangan yang
dilancarkan Israel dengan dengan segala peralatan perang yang difasilitasi oleh
Amerika sedangkan Palestina masyarakat Palestina hanya dapan lari menyelamatkan
diri, Palestina hanya mendapatkan bantuan makanan, pakaian, obat-obatan dan
finansial, segala bantuan yang datang dari luarpun baru dibolehkan masuk
setelah ada persetujuan dari Israel, seakan Palestina kehilangan kedaulatan
negaranya, Palestina yang masyarakatnya kebanyakan muslimpun tidak dapat
merasakan suasana bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah seperti umat muslim
di negara-negara lain karena beberapa tahun lalu Israel melakukan serangan
tepat pada saat bulan Ramadhan, hal ini mungkin saja menjadi strategi Israel
karna disaat bulan Ramadhan para ummat Muslim Palestina tentunya dalam keadaan
rentan karena harus menahan rasa lapar dan haus dari pagi sampai sore, mereka juga
harus dapat melawan nafsu dan amarah mereka, hal ini kemudian menyebabkan
jatuhnya korban, mulai dari orang tua, sampai anak-anak. Hal yang sama selalu
terjadi setiap serangan berlangsung, sasaran yang paling banyak menurut penulis
adalah anak-anak dan para wanita, hal ini karena anak-anak akan tumbuh dewasa
dan melanjutkan misi pertahanan negara mereka sedangkan wanita adalah pusat
produksi anak-anak itu sendiri yang nantinya akan lahir dan menambah jumlah
penduduk Palestina dan secara otomatis menambah jumlah penduduk Muslim di dunia
yang semakin lama semakin banyak. Beberapa hari yang lalu penulis membaca
sebuah berita di Koran online bahwa presiden Palestina menghadiri perayaan
Natal di Betlehem Israel, ini merupakan bentuk toleransi beragama yang ditunjukkan
presidan Palestina, namun apakah Israel akan membalas dengan aksi toleransi
beragama pula ? Rasanya tak mungkin terjadi, satu-satunya yang mereka kejar
adalah untuk mendapatkan kembali tanah Palestina / Promise Land bagi Israel,
segala hal akan dilakukan untuk menguasai wilayah ini, bagi Israel ini adalah
rumah mereka dan masyarakat Palestina harus angkat kaki dari rumah mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar