Jumat, 18 Desember 2015

Islam dan Globalisasi

                       Ahmed Mohammed dan Dukungan Netizen Dunia.
Ahmed Mohammed adalah anak Usia empat belas tahun dia bersekolah di MacArthur High School, Irvig Texas dia dilaporkan ke kantor polisi stempat setelah pihak sekolahnya menduga bahwa jam digital buatan Ahmed adalah sebuah Bom, namun pada kenyataanya itu hanyalah jam digital yang sengaja ia rakit untuk mendapatkan pujian dari sang guru di sekolah, Ahmed merupakan anak yang cerdas, dia menyukai teknologi dan robot hal inilah yang mendorong ahmed untuk merakit jam digital yang pada akhir dicurigai sebagai bom oleh guru sekolahnya, setelah pemberitaan tentang dirinya menyebar ke seluruh dunia dan dari berbagai media maka Ahmed banyak mendapat dukungan dari Netizen dengan tagar #IStandWithAhmed Ahmed mendapat dukungan dari berbagai kalangan tak terkecuali CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Amerika serikat masih memiliki sifat rasisme di dalam diri mereka, kecurigaan yang muncul terhadap Ahmed dipicu oleh status Ahmed sebagai seorang muslim. Dukungan Dari Netizen muncul berawal dari seorang mahasiswi University of Texas Armington (UTA) lebih jelasnya dapat dilihat pada berita yang bersumber dari BBC di bawah ini.
Lebih dari 700.000 orang di Twitter ikut mendukung Ahmed, seorang bocah berusia 14 tahun yang ditangkap karena membawa jam buatan ke sekolah. Polisi menduga bahwa yang dibawa Ahmed adalah sebuah bom.
Di sosial media, banyak yang menganggap bahwa penangkapan ini tidak adil dan dimotivasi oleh latar belakang rasial, sehingga tagar #IStandWithAhmed digunakan sebagai bentuk dukungan.
Tagar itu diciptakan oleh Amneh Jafari, yang berkicau, "Jika namanya adalah John, dia akan dicap sebagai jenius. Tetapi karena namanya Ahmed, dia dilabeli sebagai "tersangka" #standarganda #IStandWithAhmed."
Keluarga Ahmed bahkan ikut membuat laman Twitter resmi @IStandWithAhmed.
Jafari, adalah mahasiswa psikologi berusia 23 tahun di University of Texas Arlington (UTA). Dia mengatakan kepada BBC Trending bahwa sebagai anak tertua dari sembilan bersaudara dia merasa ada kedekatan dengan kasus ini. Dua adiknya memiliki usia yang tak jauh berbeda dengan Ahmed.
Beberapa temannya juga memiliki saudara yang sekolah di MacArthur, sehingga dia melihat cerita itu lebih dulu di Twitter.
Menjadi viral
Dia ingin menginformasikan kasus ini kepada komunitas yang lebih luas di Dallas, dan membuat tagar untuk menyebarkan pesannya di internet. Kicauan pertamanya telah dibagikan sekiitar 501 kali, dua kali lebih besar dari jumlah pengikutnya di Twitter.
Sebagai mantan presiden dari Asosiasi Pelajar Muslim di UTA, dia mengatakan bahwa diskusi sentimen anti-Islam dan diskriminasi agama sudah menjadi topik yang familiar baginya. "Orang-orang salah persepsi tentang Muslim," kata Jafari.
Dia mengaku cukup terkejut mengetahui bahwa banyak orang - tidak hanya Muslim - juga menyebar pesan #IStandWithAhmed.
"Saya merasa kata-kata itu memiliki arti yang kuat. Tidak hanya terkait dengan Ahmed, tetapi juga orang lain yang mendapat diskriminasi karena agama, ras, dan nama mereka."
Gerakan ini cepat menyebar dan keluarga Ahmed bahkan membuat laman Twitter resmi @IStandWithAhmed. Presiden Barack Obama, Mark Zuckerberg dan Google juga menggunakan tagar ini dan bahkan mengundang Ahmed untuk menemui mereka, mendorong Ahmed untuk terus berkarya.
"Sangat menakjubkan untuk melihat orang lain berdiri bersama dengan kami," kata Jafari terkait respons media sosial. (BBC Indonesia : 2015)

Jadi pengaruh Globalisasi di dunia sangat memiliki, peran, dan pengaruh besar dalam kasus ini dimana begitu banyak dukungan yang muncul untuk Ahmed, sosial media Twitter, berita online, Hashtag, semuanya merupakan hasil dari Globalisasi, tidak hanya itu, globalisasi juga membawa nilai-nilai demokrasi yang memiliki dampak positif dalam kasus ini, yang mana Demokrasi di Era Cyber seperti sekarang adalah bagaimana manusia dapat menyampaikan pendapatnya melalui media Internet, karna Demokrasi mendukung kebebasan berpendapat, tidak hanya itu bahkan zaman sekarang manusia dapat melakukan Voting melalui Internet, Begitulah canggihnya dunia zaman Skarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar