Sabtu, 26 Desember 2015

Islam di Asia Tenggara

Muslim Rohingya
Latar belakang permasalahan di Rohingya berawal dari kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tiga orang pemuda Islam Rohingya terhadap seorang gadis beragama Buddha, berawal dari sinilah konflik Rohingya menjadi besar dan diawali dengan pembataian yang dilakukan masyarakat Buddha Myanmar terhadap warga Rohingya di dalam sebuah bus, menjadi minoritas dalam sebuah lingkup sosial memang sangat rentan, ancaman dan bahaya bisah datang kapan saja terutama jika salah satu saja pihak minoritas tersebut terlibat dalam sebuah masalah maka dampaknya akan meluas kepada pihak lain yang tidak bersalah, hal ini karena keberagaman suku, bangsa, dan ras yang beragam di Asia tenggara maka jika isu konflik mengenai suku memang sangat sensitif.

Karena keberagaman inilah maka kita harus menerima perbedaan kita, tak perlu siapa yang mayoritas dan minoritas tak perlu membedakan suku dan ras karna perbedaan ada agar kita dapat saling melengkapi satu sama lain, jika saling percaya maka tidak akan ada curiga diantara masyarakat hingga menimbulkan konflik ditengah masyarakat yang heterogen tersebut, karna tak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan antara sesama umat manusia, pada dasarnya kita semua adalah sama di mata Tuhan hanya saja pelabelan muncul ditengah masyarakat, suku, bangsa, bahasa, agama, warna kulit, status ekonomi, gender, hal-hal inilah yang muncul ditengah masyarakat hingga membedakan antara manusia yang satu dan manusia yang lainnya, hal ini menimbulkan rasa egois dan masing-masing diantara merasa bahwa sukunyalah yang terbaik, agamanyalah yang terbaik, yang kulit putih merasa merekalah kasta teratas dll. Pendekatan realis memang benar adanya, dunia ini memang anarki demi mementingkan kepentingan masing-masing aktor, bertolak dari ketakutan yang dialami Myanmar bahwa mereka takut akan terjadinya suatu masa dimana Islam rohingnya akan tumbuh pesat di Myanmar dan menguasai tatanan sosial bahkan pemerintahan Myanmar dan pada akhirnya Myanmar berubah menjadi Negara yang tadinya mayoritas Buddha menjadi Negara mayoritas Islam seperti yang terjadi pada Indonesia begitulah ketakutan Myanmar sehingga menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Masyarakat Islam Rohingya dari Myarmar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar